Jumat, 22 Februari 2013

2015-2016: Konsumen Sepeda Motor Bergeser


2015-2016: Konsumen Sepeda Motor Bergeser


Sumber : - | Author : -
Inilah penguasa Kawasaki. Ninja 250i mengalami inden terpanjang. Saat ini barang kosong, tunggu dua bulan kalau mau memboyong ke garasi.
Jakarta, KompasOtomotif - Sampai kini, pengguna sepeda motor, mayoritas masih mengandalkan kendaraannya sebagai transportasi sehari-hari. Faktor irit, efektif, relatif cepat adalah kelebihan utamanya, belum bisa disamai oleh transportasi publik di Indonesia. Namun perlahan tapi pasti, kondisi tersebut akan berangsur surut.
Kalau kesejahteraan meningkat, pengguna sepeda motor akan beralih ke mobil. "Mau tidak mau, suatu saat akan menuju ke sana. Kalau PDB (produk domestik bruto) 6.500 dollar AS - diprediksi pada 2015-2016 - pasti akan ada pergeseran," komentar SIgit Kumala, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kepada KompasOtomotif di Jakarta, kemarin (21/2/2013).
Jika sampai akhirnya terjadi, lanjut Sigit, fungsi sepeda motor sebagai alat transportasi utama akan berubah. Pelaku industri sepeda motor juga otomatis mengikuti dengan menciptakan produk-produk dengan segmen baru.

"Nantinya seperti di Jepang. Banyak sepeda motor dengan mesin kecil untuk jarak dekat saja, ke luar komplek, ke stasiun, ke terminal dan sebagainya," beber Sigit.
Johannes Loman, Wakil Ketua AISI menambahkan, peralihan fungsi sepeda motor sebagai alat transportasi juga akan terjadi di segmen premium. Orang akan membeli sepeda motor untuk sekedar menyalurkan hobi berkendara saja, seperti  di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
"Kita lihat saja, sepeda motor sport mulai bermunculan dan semakin banyak nantinya. Ini juga merupakan indikator kesejahteraan masyarakat meningkat. Tadinya naik bebek, meningkat ke jadi sport," beber Loman.
Mengacu data AISI, sepanjang tahun lalu, penjualan sepeda motor sport di tanah air mengalami kenaikkan. Kini porsinya mencapai 10,,72 persen. Bahkan pada Januari 2013, naik lagi menjadi 11,6 persen.

Pasar Sepeda Motor Jenuh pada 11 juta unit


Pasar Sepeda Motor Jenuh pada 11 juta unit


:
Sumber : Agung Kurniawan | Author : -
Stan Honda di JMCS
Jakarta, KompasOtomotif - Wakil Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman mengatakan, pasar sepeda motor Indonesia masih jauh dari titik jenuh karena kebutuhan masyarakat untuk transportasi belum bisa dipenuhi pemerintah. Ketidakpastian pembenahan sarana transportasi publik membuat sepeda motor menjadi alternatif utama.
"Tahun lalu pasar kita 7 juta. Kalau 11 juta unit per tahun, baru jenuh. Jumlah tersebut besar sekali," jelas Loman. Ekonomi Indonesia terus tumbuh, terlihat dari kesejahteraan masyarakat yang makin membaik dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diprediksi 4.000-4.500 dollar AS pada tahun ini.
"Kira-kira lima tahun ke depan, penjualan sepeda motor mungkin sampai 11 juta. Masyarakat masih membutuhkan karena infrastruktur  dan transportasi publik yang belum memadai," lanjutnya.
Mobil Murah
Seiring dengan segera diluncurkan proyek mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC), pelaku industri sepeda motor tidak terlalu khawatir akan kehilangan pasar. Pasalnya, banderol mobil murah 10 kali lipat ketimbang harga sepeda motor.

"Perbedaan harga sangat jauh. Tidak langsung berdampak terhadap penjualan sepeda motor," komentar Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum AISI.
Dijelaskan, pengguna sepeda motor yang beralih ke mobil adalahpembeli kedua (replacement), sudah terjadi di kota-kota besar Indonesia.

"Di Jabodetabek misalnya, dari total pasar sekitar 10-14 persen adalah replacement, Jumlahnya tidak terlalu besar," lanjut Gunadi.
Loman menambahkan, para pengguna sepeda motor dipastikan akan beralih ke mobil, baik yang murah atau tidak. Semua tergantung dari kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik.